Perubahan Skema PPh Pasal 21: Dampak Kontroversial pada Besaran Pembayaran THR 2024

- Editor

Sabtu, 30 Maret 2024 - 10:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan penurunan besaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima pada tahun ini.

Perubahan tersebut tidak berkaitan dengan pengurangan nominal THR dari pemberi kerja, melainkan akibat dari penerapan skema baru dalam perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21.

Mulai 1 Januari 2024, skema tersebut menggunakan tarif efektif rata-rata (TER), menyebabkan kebingungan dan ketidakpuasan di kalangan pekerja.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Dwi Astuti, menjelaskan bahwa penurunan besaran THR ini terjadi karena jumlah pajak yang dipotong pada bulan diterimanya THR menjadi lebih besar dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh penambahan komponen penghasilan dari THR yang diterima oleh para pegawai.

Dwi Astuti menegaskan bahwa meskipun ada perubahan dalam metode penghitungan PPh Pasal 21 menggunakan TER, hal tersebut tidak menambah beban pajak yang harus ditanggung oleh wajib pajak.

Menurutnya, TER diterapkan untuk mempermudah penghitungan PPh Pasal 21 selama periode Januari hingga November.

Namun, pada bulan Desember, pemberi kerja akan melakukan perhitungan ulang terhadap jumlah pajak yang terutang dalam setahun menggunakan tarif umum PPh Pasal 17.

Hal ini dilakukan dengan mengurangkan jumlah pajak yang sudah dibayarkan pada periode Januari hingga November.

Dengan demikian, secara teori, beban pajak yang ditanggung oleh wajib pajak seharusnya tetap sama.

Berita Terkait

Catat! Cara Daftar KIP Kuliah 2024 beserta Dokumen Yang Diperlukan
Perangkat Desa dan Kemungkinan Diangkat Menjadi ASN (PPPK)?
Kenaikan 8 Persen Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sejalan dengan PNS
Kenaikan Gaji CPNS, PNS, dan PPPK: Perbandingan dan Rincian Terbaru
TERPOPULER! Masa Jabatan BPD hingga Gaji Terbaru 2024
CASN 2024 Dibuka Mei: Begini Syarat, Dokumen dan Cara Pendaftaran
LOLOS PRAKERJA GELOMBANG 66! Begini Cara Beli Pelatihan Webinar dan Mandiri, Insentif Hingga Rp1,5 Juta
Pendaftaran CPNS 2024 di Kementerian PUPR: Fresh Graduate dan Tenaga Honorer Merapat!
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 April 2024 - 07:33 WITA

Catat! Cara Daftar KIP Kuliah 2024 beserta Dokumen Yang Diperlukan

Kamis, 25 April 2024 - 01:32 WITA

Perangkat Desa dan Kemungkinan Diangkat Menjadi ASN (PPPK)?

Kamis, 25 April 2024 - 01:22 WITA

Kenaikan 8 Persen Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sejalan dengan PNS

Kamis, 25 April 2024 - 01:18 WITA

Kenaikan Gaji CPNS, PNS, dan PPPK: Perbandingan dan Rincian Terbaru

Kamis, 25 April 2024 - 01:08 WITA

CASN 2024 Dibuka Mei: Begini Syarat, Dokumen dan Cara Pendaftaran

Kamis, 25 April 2024 - 01:03 WITA

LOLOS PRAKERJA GELOMBANG 66! Begini Cara Beli Pelatihan Webinar dan Mandiri, Insentif Hingga Rp1,5 Juta

Kamis, 25 April 2024 - 00:57 WITA

Pendaftaran CPNS 2024 di Kementerian PUPR: Fresh Graduate dan Tenaga Honorer Merapat!

Kamis, 25 April 2024 - 00:53 WITA

Cara Daftar BPJS Kesehatan Terbaru Melalui Aplikasi Mobile JKN

Berita Terbaru

Trend

Link Download GB WhatsApp Pro APK 13.50 Terbaru 2024

Kamis, 25 Apr 2024 - 07:37 WITA

Berita

Perangkat Desa dan Kemungkinan Diangkat Menjadi ASN (PPPK)?

Kamis, 25 Apr 2024 - 01:32 WITA