THR Kena Pajak: Pekerja Swasta Akan Alami Potongan PPh Pasal 21

- Editor

Kamis, 28 Maret 2024 - 21:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setiap tahunnya, Tunjangan Hari Raya (THR) telah menjadi salah satu bonus yang sangat dinanti, terutama bagi mereka yang merencanakan untuk mudik atau sekadar berbelanja kebutuhan Lebaran.

Namun, kabar terbaru menunjukkan bahwa THR bagi pekerja akan dikenakan potongan pajak.

Pemberian THR oleh pemerintah kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan, serta oleh perusahaan kepada para pekerjanya, telah menjadi ciri khas budaya Indonesia menjelang Lebaran, yang diatur oleh pemerintah.

Namun, bagi pekerja swasta, THR akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 dengan cara dipotong oleh perusahaan untuk disetorkan ke kas negara.

Dalam buku “Cermat Pemotongan PPh Pasal 21/26” dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), disebutkan bahwa penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21/26 termasuk penghasilan berupa gaji, tunjangan, bonus, jasa produksi, tantiem, gratifikasi, premi, dan penghasilan lainnya yang bersifat tidak teratur.

Secara garis besar, pemotongan PPH Pasal 21 menggunakan dua tarif pemotongan, yaitu tarif umum dan tarif efektif pemotongan PPh Pasal 21 atau TER (Tarif Efektif Pemotongan).

TER terbagi atas Tarif Efektif Bulanan dan Tarif Efektif Harian, tergantung pada besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dan status perkawinan wajib pajak.

Dwi Astuti, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Kementerian Keuangan, menjelaskan bahwa jumlah pajak THR mungkin lebih besar pada bulan penerimaan THR karena komponen penghasilan yang diterima pegawai bertambah.

Namun, ia menekankan bahwa penerapan metode penghitungan PPh Pasal 21 menggunakan TER tidak menambah beban pajak yang ditanggung wajib pajak selama setahun.

Berita Terkait

Catat! Cara Daftar KIP Kuliah 2024 beserta Dokumen Yang Diperlukan
Perangkat Desa dan Kemungkinan Diangkat Menjadi ASN (PPPK)?
Kenaikan 8 Persen Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sejalan dengan PNS
Kenaikan Gaji CPNS, PNS, dan PPPK: Perbandingan dan Rincian Terbaru
TERPOPULER! Masa Jabatan BPD hingga Gaji Terbaru 2024
CASN 2024 Dibuka Mei: Begini Syarat, Dokumen dan Cara Pendaftaran
LOLOS PRAKERJA GELOMBANG 66! Begini Cara Beli Pelatihan Webinar dan Mandiri, Insentif Hingga Rp1,5 Juta
Pendaftaran CPNS 2024 di Kementerian PUPR: Fresh Graduate dan Tenaga Honorer Merapat!
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 April 2024 - 07:33 WITA

Catat! Cara Daftar KIP Kuliah 2024 beserta Dokumen Yang Diperlukan

Kamis, 25 April 2024 - 01:32 WITA

Perangkat Desa dan Kemungkinan Diangkat Menjadi ASN (PPPK)?

Kamis, 25 April 2024 - 01:22 WITA

Kenaikan 8 Persen Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sejalan dengan PNS

Kamis, 25 April 2024 - 01:18 WITA

Kenaikan Gaji CPNS, PNS, dan PPPK: Perbandingan dan Rincian Terbaru

Kamis, 25 April 2024 - 01:08 WITA

CASN 2024 Dibuka Mei: Begini Syarat, Dokumen dan Cara Pendaftaran

Kamis, 25 April 2024 - 01:03 WITA

LOLOS PRAKERJA GELOMBANG 66! Begini Cara Beli Pelatihan Webinar dan Mandiri, Insentif Hingga Rp1,5 Juta

Kamis, 25 April 2024 - 00:57 WITA

Pendaftaran CPNS 2024 di Kementerian PUPR: Fresh Graduate dan Tenaga Honorer Merapat!

Kamis, 25 April 2024 - 00:53 WITA

Cara Daftar BPJS Kesehatan Terbaru Melalui Aplikasi Mobile JKN

Berita Terbaru

Trend

Link Download GB WhatsApp Pro APK 13.50 Terbaru 2024

Kamis, 25 Apr 2024 - 07:37 WITA

Berita

Perangkat Desa dan Kemungkinan Diangkat Menjadi ASN (PPPK)?

Kamis, 25 Apr 2024 - 01:32 WITA