Mendes PDTT: Desa Indonesia Telah Go Internasional

- Editor

Jumat, 28 Juli 2023 - 09:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SLEMAN – Hadiri ASEAN Rural Culture Expo yang digelar di kawasan Tebing Breksi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa desa-desa di Indonesia telah Go Internasional.

Mendes PDTT mengungkapkan, bukti nyata dari desa-desa di Indonesia telah Go Internasional terlihat ketika dirinya menghadiri pertemuan di Bangkok dan menyampaikan data mikro serta target capaian yang berkelanjutan (SDGs Desa), yang mendapat respons positif.

Tidak hanya di Bangkok saja, kejadian serupa terjadi saat Mendes PDTT menghadiri pertemuan internasional di Gedung PBB, New York, Amerika Serikat. Ia memaparkan model pembangunan desa di Indonesia dengan pendekatan data mikro by name-by address yang telah terkumpul sebanyak 32.087 data desa, 402.563 data rukun tetangga, 31.065.214 data keluarga, dan 104.179.331 data individu.

“Dengan pendekatan ini, desa dapat memahami dengan baik permasalahan, tantangan, dan kebutuhan warganya, serta menyusun rencana pembangunan desa yang tepat sasaran,” ucap Mendes PDTT dalam keterangan persnya yang diterima pada Kamis (27/7/2023).

Acara ASEAN Rural Culture Expo sendiri merupakan bagian dari rangkaian ASEAN’s Senior Official Meeting on Rural Development and Poverty Education (SOMRDPE) Indonesia yang telah dimulai sejak 24 Juli 2023. Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Gus Halim ini mengajak seluruh komponen bangsa untuk mendukung program pembangunan desa.

“Salah satunya, dengan menggelar event di kota tertentu. Para peserta diharapkan menyempatkan waktu untuk berkunjung ke desa wisata terdekat. Sebagai contoh, selama kegiatan di Yogyakarta, Kemendes PDTT tetap melakukan kegiatan di Tebing Breksi dan Welcome Dinner di Desa Mangunan. Ini merupakan bagian penting dari upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia,” terang Gus Halim.

Jaringan Kerjasama Antar Desa ASEAN Tingkatkan UMKM dan BUMDes

Gus Halim menekannya, jaringan kerjasama antar desa di ASEAN menjadi salah satu kunci untuk mengangkat sektor UMKM dan Badan Usaha Milik Desa. Ia menjelaskan, jaringan kerja sama ini akan membawa dampak positif dalam meningkatkan ekonomi di tingkat lokal dan membantu mengatasi kemiskinan ekstrem, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah Indonesia.

“Produk-produk dari desa teman-teman Negara ASEAN, Filipina, Vietnam, Laos, Thailand Myanmar dan hampir semua menghadirkan produknya. Ini upaya membangun jaringan kerjasama antar Desa di ASEAN ,” kata Gus Halim.

Gus Halim mengatakan, diadakannya ASEAN Rural Culture Expo ini sebagai bentuk kerjasama antar desa di ASEAN. Dari acara ini diharapkan terjadi pertukaran ekonomi dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dari negara ASEAN.

“Dalam acara itu, dipamerkan puluhan produk desa dari berbagai perwakilan negara ASEAN, termasuk produk UMKM lokal, paket-paket wisata dan beberapa produk dari luar daerah,” kata Gus Halim.

Gus Halim menyampaikan semangat dan kolaborasi yang ditunjukkan dalam ASEAN Rural Culture Expo ini memberikan harapan bahwa kerjasama antar desa di ASEAN dapat menjadi pendorong utama dalam mencapai kemajuan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan ekstrem di seluruh wilayah ASEAN.

“Karena salah satu target Presiden di 2024 Indonesia bisa menurunkan kemiskinan ekstrim hingga nol. Kami sangat mengharpkan kompomen desa wisata dapat menurunkan kemiskinan ekstrim,” ujar Doktor Honoris Causa dari UNY ini usai meninjau stan pameran.

Jika semua komponen penggerak ekonomi tingkat desa dilaksanakan, Gus Menteri optimis target nol persen kemiskinan ekstrem 2024 akan dicapai. Selain itu pemanfaatan dana desa dan program padat karya juga sangat mungkin mengentaskan kemiskinan ekstrem.

“Pemeliharaan itu dilakukan salah satunya desa wisata, juga pemanfaatan dana desa padat karya untuk kelompok rentan, miskin ekstrem ini harus dirawat,” ujar Gus Halim yang hadir mengenakan baju adat Jawa, sarungan plus blangkon.

“Peran BUMdes menjadi kunci mempertahankan capaian nol persen miskin ekstrem,” tandas Mendes PDTT. (*)

Berita Terkait

Berita Nasional: Jakarta Kehilangan Status Daerah Khusus Ibu Kota
Honorer yang Terdata di BKN Diangkat PPPK, Ribuan Orang Sudah Lega, Ternyata
Honorer Siap Diangkat Jadi PPPK? PP Turunan UU ASN Paling Lambat April, Begini Skema Pengangkatannya
Skema Pemindahan ASN ke IKN oleh Menteri PANRB, Ini Penjelasannya
Gus Halim Dorong Desa Mandiri Kelola PKH dan Bansos Secara Lintas Sektor
Revisi UU Desa Hampir Rampung, Berikut Ini Isi Perubahannya
Dana Desa Naik, Gus Halim: Kewenangan Desa Harus Ditingkatkan
Gus Halim Optimistis Desa Mandiri Mampu Kelola PKH dan Bansos

Berita Terkait

Minggu, 10 Maret 2024 - 00:53 WITA

Berita Nasional: Jakarta Kehilangan Status Daerah Khusus Ibu Kota

Jumat, 8 Maret 2024 - 20:23 WITA

Honorer yang Terdata di BKN Diangkat PPPK, Ribuan Orang Sudah Lega, Ternyata

Jumat, 8 Maret 2024 - 14:28 WITA

Honorer Siap Diangkat Jadi PPPK? PP Turunan UU ASN Paling Lambat April, Begini Skema Pengangkatannya

Selasa, 20 Februari 2024 - 14:32 WITA

Skema Pemindahan ASN ke IKN oleh Menteri PANRB, Ini Penjelasannya

Sabtu, 17 Februari 2024 - 18:13 WITA

Gus Halim Dorong Desa Mandiri Kelola PKH dan Bansos Secara Lintas Sektor

Berita Terbaru