Bungko - Pemerintah Desa Bungko menggelar musyawarah desa dalam rangka verifikasi dan validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN) pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di Kantor Desa Bungko. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keakuratan data masyarakat sebagai dasar penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.
Musyawarah tersebut dihadiri oleh Sangadi Desa Bungko, Aminulah Paputungan, bersama Camat Kotamobagu Selatan yang diwakilkan oleh Sekretaris Camat, Samsul H, Lasena, S.Pt, serta Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PM & Kesos) Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kadri Bangol, S.Pd, ME. Turut hadir pula pendamping sosial dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kotamobagu Selatan. Kehadiran berbagai unsur ini bertujuan untuk menjamin proses verifikasi dan validasi data berjalan secara transparan dan pertisipatif.

Dalam pelaksanaannya, peserta musyawarah melalukan pencermatan terhadap data warga yang tercatat dalam DTSEN. Setiap ditinjau kembali berdasarkan kondisi riil di lapangan, termasuk adanya perubahan status sosial ekonomi masyarakat, seperti warga yang sudah tidak layak menerima bantuan maupun yang seharusnya masuk dalam daftar penerima.
Sangadi Desa Bungko dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk memastikan bantuan sosial dapat tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa keakuratan data menjadi kunci utama dalam mendukung program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hasil dari musyawarah ini akan menjadi dasar perbaikan data yang kemudian akan disampaikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Melalui musyawarah desa ini, diharapkan tidak ada lagi ketidaksesuaian data di lapangan, sehingga program bantuan sosial dan ekonomi dari pemerintah dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Pemerintah Desa Bungko juga berkomitmen untuk terus melakukan pembaruan dara secara berkala guna menjaga validitas dan akurasi informasi masyarakat.